Harmony in Diversity dalam bahasa Indonesia bisa berarti keselarasan dalam keanekaragaman. Jadi, kata-kata ini juga termasuk semboyan Indonesia, yaitu Bhineka tunggal ika, atau yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Seperti yang kita ketahui, Negara Indonesia memakai semboyan separti ini karena Bangsa Indonesia memiliki banyak sekali keanekaragaman dalam berbagai aspek, seperti : bahasa, budaya,kesenian, dll.
Semboyan seperti ini digunakan agar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di antara masyarakat terdapat keharmonisan. Semboyan ini juga di harapkan bisa memunculkan persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia, selain itu juga di harapkan adanya toleransi dan saling menghargai antara keanekaragaman budaya dalam masyarakat.
Semboyan ini juga bisa kita temukan pada acara pengenalan kehidupan kampus Mahasiswa Baru Fakultas IlmuBudaya Universitas Brawijaya (PK2 MABA FIB UB). Acara yang di mulai pada 16-20 Agustus 2011 ini menggunakan konsep keanekaragaman dari berbagai kelompok yang sudah di bagi.
Berbagai pembagian kelompok yang sudah di bentuk olah panitia KPK2 MABA FIB UB ini cukup menakjubkan, karena panitia sudah membuat keanekaragaman dari seluruh dunia. Dari berbagai zona, negara, dan kota.
Terdapat 7 macam zona yang sudah di bentuk, di antaranya adalah Zona Asia, Zona Timur Tengah, Zona Eropa, Zona Skandinavia, Zona Afrika, ZonaPasifik, Zona Latin. Dari berbagai zona di bagi lagi menjadi kelompok-kelompok yang di beri nama Negara dari masing-masing zona, dan anggotanya di beri nama kota dari setiap negaranya.
Setelah itu, terdapat penugasan berupa essai tiap individu yang nantinya, pembuat terbaik akan mewakili Negara dan zonanya untuk mempresentasikan tiap zona dan di adu dengan zona lain.
Selain itu atribut yang di gunakan tiap kelompok memiliki cirri khas masing-masing, yang nantinya jika semua kelompok di kumpulkan akan menjadi pemandangan yang menarik.
Akan tetapi meskipun panitia telah membuat pembagian kelompok tiap Negara, mereka tidak melupakan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, yaitu batik. Tiap individu di tugaskan membuat sebuah slayer dari kain batik dan tas yang di beri hiasan batik yang sama tiap kelompok.
Penugasan kepada tiap individu juga sangat baik. Panitia menugaskan tiap individu untuk membuat karangan essai yang berisi cirri khas tiap kota , dengan demikian diharapkan tiap peserta bias mendapatkan wawasan baru dari apa yang dikerjakannya.Selain itu, agar peserta tidak melupakan salah satu kebudayaan besar bangsa Indonesia, panitia menugaskan setiap peserta membuat parikan,kerata basa, dan cangkriman bahasa jawa. Dengan demikian peserta yang dating sdari luar Jawa maupun dari Jawa diharapkan bias lebih mengenal kebudayaan Jawa.
Berbagai penugasan dan konsep yang dibuat panitia PK2 MABA FIB UB sangat bermanfaat untuk pembelajaran bagi para mahasiswa baru. Dengan demikian diharapkan semua MABA bias mengenal berbagai kebudayaan di Indonesia maupun Negara lain, selain itu juga diharapkan tiap MABA bisa saling menghargai antar MABA lainnya.
Higar Iman Pribadi/Roma/Italia/12/zona Eropa